New Al Wajiz

Ringkasan Ilmu Islam dan Ilmu Elektronika

Pujian Ulama Ahlus Sunnah kepada Syaikh Robi’

PUJIAN DAN PEMBELAAN ULAMA AHLUS SUNNAH
TERHADAP SYAIKH ROBI’ BIN HADIY AL MADKHOLIY

Oleh:
Al Faqir ilallah Abu ‘Ahmad ‘Abdul ‘Alim Ricki Kurniawan Al Mutafaqqih

Latar Belakang

Akhir akhir ini sering kita mendengar cacian dan makian yang ditujukan kepada para pembela sunnah. Cacian itu terutama dialamatkan kepada dua orang Syaikh yang sangat kritis dalam membongkar penyimpangan penyimpangan yang dilakukan harokah dari jalan islam. Dua orang Syaikh itu adalah Syaikh Robi’ bin Hadiy al Madkhaly dan Syaikh Muqbil bin Hadiy al Wadi’iy .

Kalangan harokah terutama Ikhwanul Muslimin yang di indonesia bertransformasi menjadi Jama’ah Tarbiyah PKS dan simpatisan mereka mulai melancarkan strategi kaum kafir yaitu memecah mecah ulama ahlus sunnah. Buku buku mereka yang terkenal adalah “Siapa Teroris? Siapa Khawarij?” yang ditulis pak Abduh Zulfidar Akaha, dan “Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak” yang ditulis oleh orang yang selalu bersembunyi dan tidak mau menampilkan identitas sesungguhnya yaitu Abu Abdirrahman Ath Thalibi. Ciri khas dua buku ini sama yaitu:

Mencela Syaikh Robi’ dengan ucapan ucapan sinis seperti bermulut kotor, suka mencela muslim, bisanya hanya men jarh

Mengesankan Syaikh Robi’ adalah pembentuk jama’ah baru yang terpisah dari jama’ah Ahlus Sunnah.

Mengesankan bahwa Syaikh besar yang diakui keilmuannya oleh mereka seperti Syaikh bin Baz, Syaikh Al Albani, dan Syaikh Utsaimin berbeda manhaj dari Syaikh Robi’.

Mengkotak kotak jama’ah Salafiyyah Ahlus Sunnah menjadi dua yaitu Salafy Harokiy dan Salafy Yamaniy. Mereka menuduh Salafy Harokiy adalah pengikut Syaikh bin Baz, Syaikh al Albani dan Syaikh Utsaimin sedangkan Salafy Yamaniy sebagai pengikut Syaikh Robi’, Syaikh Muqbil, Syaikh Aman al Jamiy, dan Syaikh Yahya an Najmi.

Tulisan ini adalah untuk menjelaskan bahwa tuduhan mereka yang mengatakan Syaikh bin Baz, Syaikh al Albani, dan Syaikh Utsaimin berbeda manhaj dengan Syaikh Robi’ adalah tuduhan tidak berdasar dan lemah. Tulisan ini juga untuk mementahkan pendapat yang mengatakan Syaikh Robi’ adalah pembuat jama’ah bid’ah yang keluar dari jama’ah ahlus sunnah.

Pujian Ulama kepada Syaikh Robi’ bin Hadiy al Madkhaliy.

Al-Imam Al-‘Allamah Samahatus Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah
Beliau mengatakan:

((وإخواننا المشايخ المعروفون في المدينة ليس عندنا فيهم شك، هم أهل العقيدة الطيبة ومن أهل السنة والجماعة مثل الشيخ محمد أمان بن علي، ومثل الشيخ ربيع بن هادي ، أو مثل الشيخ صالح ابن سعد السحيمي، ومثل الشيخ فالح بن نافع، ومثل الشيخ محمد بن هادي، كلهم معروفون لدينا بالاستقامة والعلم والعقيدة الطيبة … و لكن دعاة الباطل أهل الصيد في الماء العكر هم الذين يشوشون على الناس ويتكلمون في هذه الأشياء و يقولون المراد كذا وكذا وهذا ليس بجيد، الواجب حمل الكلام على أحسن المحامل ))

] شريط توضيح البيان [

“Saudara-saudara kami para masyayikh yang terpandang di Madinah ini, tidak lagi kami ragukan. Mereka adalah para penganut akidah yang baik dan mereka adalah Ahlus Sunnah wal jama’ah , seperti Syaikh Muhammad Amman bin ‘Ali, Syaikh Rabi’ bin Hadi , Syaikh Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi, dan Syaikh Muhammad bin Hadi, di sisi kami mereka semuanya telah dikenal dengan keistiqamahan dan keilmuan serta akidah yang baik… akan tetapi para penyeru kebatilan yang gemar memancing di air keruh , oknum-oknum yang suka membuat kekacauan di kalangan manusia mereka membicarakan perkara-perkara ini, mereka mengatakan tujuannya demikian dan demikian, padahal semua itu tidak baik. Yang wajib adalah membawa ucapan kepada kemungkinan yang paling baik .” (kaset Taudhihul Bayan )

Dalam kitab( الثناء البديع من العلماء على الشيخ ربيع ) karya Khalid bin Dhuhawiy azh Zhufairiy disebutkan:

بل قد أذن له سماحة الشيخ عبدالعزيز بن باز بالتدريس في مسجده وذلك قبل وفاته بأشهر، مما يدل على أنه توفي وهو عنه راض .

كما أنّ الشيخ ربيعاً من كبار تلاميذ الشيخ عبدالعزيز بن باز ومن أقدمهم

“Bahkan Syaikh Bin Baz telah mengizinkan Syaikh Rabi’ untuk mengajar di masjid beliau beberapa bulan sebelum beliau meninggal, yang mana hal ini menunjukkan bahwa Syaikh meninggal dalam keadaan ridha kepada Syaikh Rabi’. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Syaikh Rabi’ adalah murid senior Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dan termasuk pelopor mereka.”

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.

Syaikh Al-Albani juga menulis dalam ta’liq (komentar) beliau terhadap kitab Syaikh Rabi’ yang berjudul Al-‘Awashim mimma fii Kutubi Sayyid Quthb minal Qawashim :

(( كل ما رددته على سيد قطب حق وصواب ، ومنه يتبين لكل قارئ مسلم على شيء من الثقافة الإسلامية أن سيد قطب لم يكن على معرفة بالإسلام بأصوله وفروعه .

فجزاك الله خيراً أيها الأخ الربيع على قيامك بواجب البيان والكشف عن جهله وانحرافه عن الإسلام ))

” Semua yang anda bantah dari Sayyid Quthb benar dan tepat , dengannya akan jelas bagi setiap muslim yang membacanya tentang sedikit wawasan keislaman yaitu bahwa Sayyid Quthb sama sekali tidak memiliki pengetahuan terhadap Islam baik ushul-ushulnya (pokok-pokoknya) maupun cabang-cabangnya. ”

“Semoga Allah membalas anda dengan balasan yang lebih baik, wahai Syaikh Rabi’ atas kewajiban yang telah anda tunaikan dalam menerangkan dan menyingkap kebodohan dan penyimpangannya dari Islam. ”

Diajukan sebuah pertanyaan kepada Syaikh Al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa` Abil Hasan Al-Ma`ribi ma’a Al-Albani , yang berbunyi :

أنه على الرغم من موقف فضيلة الشيخين ربيع بن هادي المدخلي و مقبل بن هادي الوادعي في مجاهدة البدع والأقوال المنحرفة ، يشكك بعض الشباب في الشيخين أنهما على الخط السلفي؟

“Meskipun telah diketahui sikap dua orang syaikh yang mulia, yaitu Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dan Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang , ada sebagian kalangan pemuda (Abul Hasan al Mishri, red) yang meragukan bahwa keduanya berada di atas garis salaf.”

Kemudian Syaikh al Albani menjawab:

((نحن بلا شك نحمد الله -عز وجل- أن سخر لهذه الدعوة الصالحة القائمة على الكتاب والسنة على منهج السلف الصالح، دعاة عديدين في مختلف البلاد الإسلامية يقومون بالفرض الكفائي الذي قل من يقوم به في العالم الإسلامي اليوم، فالحط على هذين الشيخين الشيخ ربيع والشيخ مقبل الداعيين إلى الكتاب والسنة، وما كان عليه السلف الصالح ومحاربة الذين يخالفون هذا المنهج الصحيح هو كما لا يخفى على الجميع إنما يصدر من أحد رجلين : إما من جاهل أو صاحب هوى .

الجاهل يمكن هدايته ؛ لأنه يظن أنه على شيء من العلم، فإذا تبين العلم الصحيح اهتدى.. أما صاحب الهوى فليس لنا إليه سبيل، إلا أن يهديه الله ـ تبارك وتعالى ـ فهؤلاء الذين ينتقدون الشيخين ـ كما ذكرنا ـإما جاهل فيُعلّم، وإما صاحب هوى فيُستعاذ بالله من شره، ونطلب من الله -عز وجل- إما أن يهديه وإما أن يقصم ظهره.))

“Alhamdulillah kami merasa yakin bahwasanya para da’i di berbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardlu kifayah (ini), yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang, mereka akan dicemooh karena mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas Al-Kitab dan As-Sunnah di atas manhaj salafus salih ini. Maka penghinaan atas diri dua orang syaikh ini, yaitu Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muqbil , dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus salih, atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini – sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang- celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu diantara dua kemungkinan orang: bisa jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan bisa jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. ”

“Kalau dia seorang yang jahil maka masih mungkin diharapkan dia akan mendapatkan petunjuk, karena ia menyangka dia sudah berada di atas ilmu, dia menyangka dia telah mengetahui, maka ketika jelas baginya ilmu yang benar, niscaya ia akan mendapatkan hidayah……. Tapi (kalau dia adalah) pengikut hawa nafsu maka kita tidak dapat berharap lagi, kecuali Allah Tabaraka wa Ta’ala yang akan memberikan petunjuk kepadanya. Mereka yang meragukan kedua syaikh ini -sebagaimana yang telah kami sebutkan- bisa jadi dia adalah seorang yang bodoh sehingga dia harus diajari, atau dia adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya, maka kita memohon perlindungan Allah dari kejelekannya dan kita memohon kepada-Nya semoga Allah memberinya petunjuk ataukah Allah timpakan bencana kepadanya.”

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih bin ‘Utsaimin rahimahullah

Beliau ditanya tentang Syaikh Rabi’ sebagaimana terekam dalam kaset Al-`As`ilah As-Suwaidiyyah , beliau mengatakan:

” أما بالنسبة للشيخ ربيع فأنا لا أعلم عنه إلا خيراً والرجل صاحب سنة وصاحب حديث ”

“Adapun mengenai Syaikh Rabi’ maka aku tidak mendapati pada diri beliau kecuali kebaikan dan beliau adalah seorang shahibus Sunnah (Ahlus Sunnah, pent.) dan seorang ahli hadits. ”

Dalam kaset Ittihaful Kiram yang direkam di ‘Unaizah setelah muhadlarah Syaikh Rabi’ di sana dengan tema Al-I’tisham bil Kitab was Sunnah , Syaikh ‘Utsaimin mengatakan :

إننا نحمد الله سبحانه وتعالى أن يسر لأخينا الدكتور ربيع بن هادي المدخلي أن يزور هذه المنطقة حتى يعلم من يخفى عليه بعض الأمور أن أخانا وفقنا الله وإياه على جانب السلفية طريــق السلف

“Sesungguhnya kami memuji Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kemudahan bagi saudara kami Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali sehingga beliau dapat mengunjungi daerah ini, agar menjadi jelaslah perkara-perkara yang tadinya masih tersembunyi di kalangan sebagian orang tentang beliau, yaitu bahwasanya saudara kami ini -semoga Allah memberikan taufik kepada kami dan kepada beliau- manhaj beliau ada di atas jalan para salaf. ”

Dalam kaset yang sama ada seorang hadirin yang berkata:

هاهنا سؤال حول كتب الشيخ ربيع؟

“Di sini banyak pertanyaan seputar kitab-kitab Syaikh Rabi’.” Maka Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menjawab:

((الظاهر أن هذا السؤال لا حاجة إليه، وكما سئل الإمام أحمد عن إسحاق بن راهويه -رحمهم الله جميعاً- فقال: مثلي يسأل عن إسحاق ! بل إسحاق يسأل عني، وأنا تكلمت في أول كلامي عن الذي أعلمه عن الشيخ ربيع -وفقه الله-، ومازال ما ذكرته في نفسي حتى الآن، ومجيئه إلى هنا وكلمته التي بلغني عنها ما بلغني لاشك أنه مما يزيد الإنسان محبة له ودعاء له)).

“Yang jelas pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak perlu diajukan, sebagaimana Imam Ahmad ketika beliau ditanya tentang Ishaq bin Rahuyah rahimahumullah jami’an, maka Imam Ahmad berkata : “Apakah orang seperti aku ditanyai tentang Ishaq?! Seharusnya Ishaq yang ditanyai tentangku.” Aku telah mengatakan pada awal pembicaraan mengenai apa yang aku ketahui tentang Syaikh Rabi’-semoga Allah memberikan taufik kepada beliau- dan senantiasa aku mengingatnya sampai sekarang. Kunjungan beliau ke sini serta kata-katanya yang sampai kepadaku, tidak diragukan lagi bahwa ucapan-ucapan itu hanya akan menambah rasa cinta dan doa kebaikan bagi beliau dari manusia.”

Dalam kaset Tsana` `Aimmatid Da’wah ‘ala Syaikh Rabi’ ,beliau juga ditanya sebagai berikut:

يقال أن منهج الشيخ ربيع يخالف منهج أهل السنة والجماعة؟

“Ada yang mengatakan bahwa manhaj Syaikh Rabi’ menyelisihi manhaj AhlusSunnah wal jama’ah? ” Maka beliau menjawab:

((ما أعلم أنه مخالف، والشيخ ربيع أثنى عليه أهل العلم المعاصرين، أنا ما أعرف عنه إلا خيراً))

“Aku tidak pernah tahu beliau telah menyimpang. Syaikh Rabi’ banyak dipuji oleh para ulama kalangan muta`akhirin. Tidak ada yang aku ketahui dari diri beliau selain kebaikan.”

Dengan ini mudah mudah jelas. Hanya kepada Allahlah kita mohon hidayah agar menjadi pembela kebenaran dari para penyeru kebathilan yang jumlahnya lebih banyak. Wallahua’lam bish Showab

Referensi:

Ats Tsana-ul Bad i ‘ Minal ‘Ulam a -i ‘Al a Syaikh Robi’ al Madkhaliy , karya Khalid bin Dhuhawiy azh Zhufairiy. Bisa didownload secara gratis di www.rabee.net atau di software kitab Syaikh Robi’ dari islam spirit yang bisa didownload di www.sahab.net

24 April 2007 - Posted by | Umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: